04
Jan
10

CARA TANAM PADI METODE SRI

UMUM

Pola tanam padi model SRI adalah cara bertanam padi kembali ke alam. Artinya, petani tidak lagi menggunakan pupuk kimia, tapi memanfaatkan jerami, limbah geraji, sekam, pohon pisang, pupuk kandang yang diolah untuk pupuk tanahnya. Lalu, bibit yang disemai tidak lagi 20 hari, melainkan tujuh hari tempat persemaian sederhana seperti memanfaatkan besek kecil.

Jika sebelumnya benih dibutuhkan 30 kg/ha, kini pola SRI cukup 7 kg/ha. Setelah itu, ditanam di sawah dengan biji tunggal (satu biji benih) saat usia benih tujuh hari dengan jarak 30 cm x 30 cm. Tidak banyak diberi air, lalu penyiangan dilakukan empat kali, pemberian pupuk alami hingga enam kali, pengendalian hama terpadu, dan masa panen saat usia 100 hari atau lebih cepat 15 hari dengan pola biasa. Menurut Kepala Dinas Pertanian Ciamis, Ir. Lukman, saat ini sudah 73 ha lahan yang memakai pola SRI. Rata-rata setiap panen mencapai 10 ton/ha dengan pola biasa hasil panen rata-rata hanya 4.5 ton/ha. Sungguh kenaikan yang cukup significant terjadi lonjakan produksi padi dengan pola SRI hingga 100%. Ini artinya, ada peluang besar dalam meningkatkan produksi pertanian padi dan juga ramah lingkungan.

TAHAPAN

  1. Pupuk Organik sebanyak 4-8 ton/ha (tergantung kandungan organik sawah, bila kadar organik tanah sudah mencapai 2 % maka dengan pemupukan 1 ton/ha sudah mencukupi untuk menjaga keseimbangan kesuburan). Pupuk organik ditaburkan merata ke permukaan tanah. Setelah itu sawah dibajak sesuai dengan kedalaman akar padi sekitar 30 cm.
  2. Setelah sawah dibajak selajutnya direndam dengan air selama seminggu untuk mengkondisikan pupuk organik jadi lebih matang dan menyebar di dalam tanah.
  3. Setelah direndam 1 minggu sawah digaru agar kontur tanah merata untuk persiapan tanam. Pada saat bersamaan bibit padi mulai ditebar setelah diperam selama 4 hari sampai keluar akar.
  4. Setelah digaru sawah digenangi air lagi sambil menunggu bibit umur 7-9 hari untuk siap tanam, 2 hari sebelum tanam air dikeluarkan dari sawah sampai kondisi tanah masih tetap basah tapi tidak tergenang air.
  5. Sawah digarit dengan garis horizontal vertikal tegak lurus berjarak sama 25 cm x 25 cm.
  6. Padi ditanam satu bibit perlubang
  7. Setalah dilakukan PENG-GARITAN padi ditanam tepat pada titik temu antara garis vertikal dan horisontal. Padi ditanam satu per satu atau dua dua sebagai cadangan untuk nyulam.
  8. Setelah padi ditanam tanah dikondisikan basah tapi tidak tergenang agar transfer oksigen ke tanah terus berjalan dan aman dari gangguan keong emas. Pada awalnya padi nampak jarang dan kecil-kecil.
  9. Pada Umur 15-20 hari dialakukan penyiangan pertama untuk membersihkan rumput dengan cara mekanis pakai landak diikuti tenaga manusia yang mencabut rumpuk yang berdekatan dengan batang padi. Bila setelah penyiangan pertumbuhan padi tampak tidak merata maka dilakukan penambahan pupuk majemuk agar pertumbuhan vegetatif padi optimalberanak banyak dan berbatang kuat.
  10. Padi umur 30-35 hari dilakukan penyiangan kedua, bila padi tumbuh segar, hijiau dan batangnya kokoh maka setelah penyiangan tidak perlu dilakukan pemupukan tambahan
  11. Padi Umur 30 Hari Padi siap panen
  12. Setelah umur 40 hari padi sudah tampak tumbuh lebat dan pada umur 50 hari padi mulai berbunga. Padi dengan Pola Tanam SRI anaknya banyak bulirnya lebat untuk menjamin agar bijinya penuh berisi maka perlu pupuk daun. Agar produk SRI masih dalam Koridor Beras Organik maka disarankan menggunakan Biopestisida atau NanoGren agar produknya standard, merata dan tidak tercemar pestisida. Umur 95 hari padi siap panen.

Selamat Bertani semoga sukses

About these ads

34 Responses to “CARA TANAM PADI METODE SRI”


  1. 1 Rahmad Bintoro
    February 21, 2010 at 1:47 pm

    Sy akan coba,tlg cara buat pupuk organik yg simple dan kandungan baik

  2. March 18, 2010 at 9:32 pm

    POLA SRI – ORGANIK
    ( antara realitas, Kenyataan dan Harapan ).

    Bertanam padi organik sistem SRI cukup bagus dilaksanakan demi keseimbangan ekologi dan menjaga stabilitas lingkungan. Pengembangan sistem Tanam metode SRI pada prinsipnya tidaklah mudah hal ini perlu diterapkan dan disosialisasikan pada tingkat petani. Untuk merubah perilaku pola bercocok tanam metode SRI ini yang perlu kita pertimbangkan dan tentunya harus diperlukan solusinya adalah :

    1. Pola/ Cara bercocok tani di tingkat petani sudah secara tradisi terbiasa dengan pola yang sudah ada, sehingga diperlukan energi yang cukup untuk merubah pola tersebut.
    2. Pada kondisi awal pada taraf pembibitan/nurserry, ketidakyakinan petani akan keberhasilan dari pola tanam 1 pohon, sehingga pada umur 15 hst kalau tanaman padi tidak menunjukkan dampak yang significant, petani sudah memfonis usaha budidayanya gagal
    3. Pengaruh musim hujan dan ketersediaan air yang cukup melimpah, juga rawan tergenang air, dan ketakutan petani bahwa padi yang ditanam akan hanyut/terangkat karena akan tertimpa derasnya air hujan.
    4. Disinyalir banyak dibeberapa tempat mengalami kegagalan dalam pola tanam ini, akhirnya secara efisien lebih cenderung menggunakan metode mix farming organik, dan dianggap lebih sukses. hal ini perlu dilakukan adanya formula yang khusus dalam budidaya ini.
    5. Masalah bibit/harga bibit petani tidak akan mempermasalahkan, tapi dengan melihat situasi yang ada, Sistem SRI Plus/Mix Rice Intensification (SRI-PTPO) perlu dilakukan kajian sesuai dengan sistem regionalisasi atau dengan melihat potensi lahan dan pengamatan cuaca.
    5. Sistem SRI tidak bisa dilakukan general pada semua kondisi lahan, namun perlu ditentukan pemilihan lahan yang efektif sesuai pola SRI, hal ini efektifitas pola SRI dapat dilakukan pada lahan secara teknis irigasi/pengairan dapat dikendalikan,
    6. Dianjurkan pada musim panca roba/kemarau dengan pengairan teknis yang memadai.
    7. Akhirnya keberhasilan sistem SRI Organik, dengan memanfaatkan biomassa organik akan lebih berhasil dan bermanfaat,dengan memperhatikan hal hal berikut :
    a. Pemilihan lahan yang sesuai
    b. Diperhitungkan masalah musim, bila hujan terlalu tinggi akan mengurangi keberhasilan.
    c. Penggunaan Saprodi secara organik dengan kapisitas disesuaikan dengan kondisi
    ketesediaan unsur hara yang ada.
    d. Pada masing=masing lokasi, pemakaian pola SRI baik pada kapasitas penggunaan Bibit,
    Pola tanam, dan teknis budidaya, dianjurkan memakai pola campuran (mix farming),
    yaitu Mix SRI dengan PPOP, SRI dengan Konvensional, PPOP dan Konvensional atau
    pola-pola bertani Organik padi, dengan perhitungan efisiensi, efektifitas dan
    ekonomis tercapai.

    Semoga dengan berbagi pengalaman ini, bisa menambah komitmen kita dalam agrobisnis terutama padi organik.

  3. 5 agung
    March 30, 2010 at 7:45 am

    Ass w w

    kalau untuk melihat langsung menanam padi pola SRI lokasinya dimana ya ?

  4. June 5, 2010 at 10:25 am

    salam..
    saat ini saya menjual CD cara bertani padi yang benar, hanya dengan harga 60 ribu (sudah ongkos kirim).
    CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknyalangsung di lapangan.
    dan tersedia juga buku panduannya (berwarna dan bergambar) harga 60 ribu.
    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.
    terima kasih

  5. 7 Pakde
    June 5, 2010 at 12:15 pm

    Bagaimana aplikasi metodi SRI untuk tanah yang berpasir/struktur tanah kasar ( pagi digenangi, sore sudah kering )?

  6. 8 suparman
    August 13, 2010 at 10:17 am

    tolong dong kirim cara tanam metode sri ke email aku ahmadspm@rocketmail.com
    saya akan sangat berterima kasih banget.

  7. 9 yogi
    November 13, 2010 at 12:20 am

    yg punya video ttg tanam sri kirimi ke emailku ypriyoko@yahoo.com. mari kita beramal dg berbagi ilmu

  8. 10 rahmad hidayat
    November 13, 2010 at 2:36 pm

    assalamualaikumwrwb
    bg,bagi kirim dong mengenai budidaya sri diemail q
    rahmad_syafii@yahoo.co.id
    makasih sebelumnya

  9. 11 syafi'-i
    December 2, 2010 at 12:59 am

    gimana cara membuat MOL yg baik soal-a saya krg paham
    hidup lebih sehat dengan organik

  10. December 21, 2010 at 9:58 am

    mas mau tanya bagaimana menyemai padi yang sudah lama, karena ketika kami rendam secara standar padi gk mau tumbuh. katane dengan air hangat bisa! adakah infonya? Trimakasih

  11. 13 hidayat
    March 21, 2011 at 8:58 pm

    dengan hormat,
    pak di ciamisnya dimana tepatnya
    ada no tlp yang bisa dihubungi
    dan bolehkah saya dtang berkunjung
    terima kasih
    salam
    hidayat

  12. 14 faisal
    March 31, 2011 at 9:34 am

    saya lagi cari bahan tesis padi sri, kalau ada bahannya tolong dibantu kirimin..faisal_adan80@yahoo.co.id

  13. 15 enjam
    April 24, 2011 at 6:37 pm

    bgmn sistem sri diterapkan di lahan tadah hujan atau daerah pasang surut yang banyak di daerah kalimantan barat

  14. 16 roy
    May 24, 2011 at 7:50 pm

    bgmn sistem sri diterapkan di lahan tadah hujan atau daerah pasang surut

  15. July 15, 2011 at 2:20 pm

    MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA DATANG PANEN
    Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia.
    NPK yang antara lain terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita.
    Produk ini dikenalkan oleh pemerintah saat itu sejak tahun 1969 karena berdasarkan penelitin bahwa tanah kita yang sangat subur ini ternyata kekurangan unsur hara makro (NPK).
    Setelah +/- 5 tahun dikenalkan dan terlihat peningkatan hasilnya, maka barulah para petani mengikuti cara tanam yang dianjurkan pemerintah tersebut.
    Produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1985-1990-an pada saat Indonesia mencapai swasembada beras.
    Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia.
    Mereka para petani juga lupa, bahwa penggunaan pupuk dan pengendali hama kimia yang tidak terkendali, sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin tidak subur, semakin keras dan hasilnya dari tahun ketahun terus menurun.
    Data statistik menunjukkan bahwa sejak swasembada beras 1984-1990-an dimana saat itu produksi padi nasional rata2 bisa mencapai 7 – 8 ton per hektar, tetapi karena kebiasaan penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan akibatnya sejak itu hingga sekarang, ternyata produktifitas sawah-sawah kita mengalami penurunan produksi yang sangat significan, sejalan dengan menurunnya kualitas tanah sawah2 kita. Berdasarkan data statistik produksi padi nasional tahun 2010 rata-rata hanya mampu menghasilkan 3,8 ton per hektar, jauh dibawah tingkat produksi pada saat swasembada beras 1984-1990.
    Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.
    System of Rice Intensification (SRI) yang telah dicanangkan oleh pemerintah (SBY) sejak tahun 2005 adalah cara bertani yang ramah lingkungan, kembali kealam, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas hasil juga jauh lebih baik. Tetapi sampai kini masih juga belum mendapat respon positif dari para petani kita.
    Petani kita beranggapan dan beralasan bahwa walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam proses budidayanya.
    Selain itu petani kita sudah terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dan serba instan dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga umumnya sangat berat menerima metoda SRI ini. Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan metode tersebut.
    Kami tawarkan solusi yang lebih praktis dan sangat mungkin dapat diterima oleh masyarakat petani kita, yaitu:
    BERTANI DENGAN POLA GABUNGAN SISTEM SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK AJAIB LENGKAP SO/AVRON” + EFFECTIVE MICROORGANISME 16 PLUS ( EM16+ )
    Cara gabungan ini hasilnya tetap PADI ORGANIK yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki pada pola SRI, tetapi cara pengolahan lahan/tanah sawahnya lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 60% — 200% dibanding pola tanam sekarang.
    Karena PUPUK ORGANIK AJAIB LENGKAP SO/AVRON merupakan pupuk organik lengkap yang memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro tanah, ditambah kandungan asam amino tinggi yang penggunaannya sangat mudah,
    Sedangkan EM16+ merupakan cairan bakteri fermentasi generasi terakhir dari effective microorganism yang sudah sangat dikenal sebagai alat composer terbaik yang mampu mempercepat proses pengomposan dan mampu menyuburkan tanaman dan meremajakan/merehabilitasi tanah rusak akibat penggunan pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali.
    Dan yang paling penting adalah relative lebih murah.
    Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.
    AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI!!!!
    SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?
    CATATAN:
    Bagi Anda yang bukan petani, tetapi berkeinginan memakmurkan petani sekaligus ikut mengurangi tingkat pengangguran dan urbanisasi masyarakat pedesaan, dapat melakukan uji coba system pertanian organik ini pada lahan terbatas pada lokasi pertanian masyarakat dengan tujuan bukan untuk menjadi petani, tetapi untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi, yaitu menjadi agen penyebaran/sosialisasi pengembangan system pertanian organic diwilayah Anda diseluruh Indonesia.
    Terimakasih,
    omyosa@gmail.com

  16. August 7, 2011 at 12:05 pm

    trims untuk omyosa….bravo petani Indonesia

  17. 19 Heru
    August 29, 2011 at 10:17 am

    Saya butuh info yg lebih lengkap ttng metode sri dan lainx. Bisakah bantu saya.

  18. 21 hoho
    January 10, 2012 at 5:39 pm

    penjelasan kurang …

    terlalalu singkat…
    penjelasan masalah pembuatan pupuk tidak ada? trus masalah menangani hama lain…?

    • May 18, 2012 at 9:58 pm

      Antara percaya dan tak percaya.Emang metode SRI Organik adalah metode teeermutahir dan secara nyata anakan padi jauh lebih banyak karena ditaam muda, dangkal, jarang di atas media /tanah yang sudah dimasuki kompos dan bayangkan kalau jarak tanam 25×25 dg anakan 12, satu malai 175 bulir maka akan panen 9.6 ton, jadi penati akan sukses.

  19. June 29, 2012 at 3:08 pm

    untuk pupuk organik bisa hubungi 085289913897..biomikro hasil penelitian DR. Lukman Gunarto direktur lembaga pengembanan pertanian organik indonesia

  20. July 25, 2012 at 11:23 am

    trims atas infox………..bravo petani indonesia

  21. 25 Blitz zion
    August 11, 2012 at 10:13 am

    bang ada cra yang laen gax
    yang lebih terkini n hemat air untuk skala swah yang besar ??
    lw ada tlong dbantu kkrim ke zion_bagas@yahoo.com

  22. 26 yudistra pandi
    August 31, 2012 at 8:55 pm

    kalau menyocokkan tanaman padi pada tanah yang bekas terkena genangan air payau bagaimana??

  23. 27 suparno
    September 25, 2012 at 10:07 am

    maaf bapak,apa yang di no 11 itu tidak salah,karena disitu tertulis umur 30 hari padi siap panen,masak umur 30 hari padi udah panen, kok cepat sekali

  24. September 27, 2012 at 4:36 pm

    Beberapa tempat ada sawah yang sulit dikendalikan debit airnya sehingga mesti pakai winih ( bibit padi 18 hari ) hasil tentu tak semaksimal seperti artikel tersebut diatas jika murni pakai pupuk organik ada baiknya dibantu zat pengatur tumbuh untuk memaksimalkan

  25. 29 dwibejo.raharjo
    October 5, 2012 at 2:09 pm

    klo bisa hasil mencapai minim 14ton/ha dan beras premium.

  26. October 20, 2012 at 1:13 am

    Hendaknya dicantumkan cara pemberantasan hama

  27. 31 ripki h
    December 27, 2012 at 12:09 pm

    bang boleh donk metode/ aplikasi tanam padi dengan metode sri dibagi

    send to : pangeran.panji84@yahoo.com

    agar mendapat pencerahan khususnya wilayah lampung

  28. 32 zougenk
    January 1, 2013 at 5:50 pm

    makasi atas informasixa

  29. 34 deny Apriyanto
    December 12, 2013 at 8:49 am

    asalamualaikum
    mau tanya pak, misal saya menggunakan teknik tanam padi sri namun lahan di sekitar saya menggunakan teknik tanam padi yang biasa. itu bisa mempengaruhi hasil dari pertumbuhan padi saya tidak. Sedangkan secara otomatis ketika mereka memberikan obat-obatan kimia obat itu akan terbawa angin dan masuk ke area tanam saya atau di saat penggunaan pupuk kimia yang berlebian secara otomatis juga akan terbawa arus air yang akan masuk ke lahan saya.
    trimakasih sebelumya atas saran yang telah bapak berikan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: