Archive for the 'SHARING KNOWLEDGE' Category

13
Feb
09

CONTOH PROPOSAL BISNIS

Sejak beberapa waktu yang lalu saya mencoba meninventarisasi contoh contoh proposal bisnis sederhana yang menurut saya sangat berguna sebagai panduan awal untuk memulai bisnis. Tentunya dengan berjalannya waktu ada beberapa asumsi yang harus disesuaikan. Proposal ini bisa didownload secara bebas asal disebutkan sumbernya. Untuk memperkaya proposal bisnis ini maka diharapkan adanya komentar dan koreksi dari para pengunjung semua. Atau barangkali rekan-rekan juga punya proposal bisnis yang menarik mungkin dapat dishare dengan saya untuk di tampilkan dalam halaman ini. Semoga proposal-proposal tersebut dapat memberi manfaat dan memudahkan para calon calon enterpreneur untuk memulai bisnisnya.

Beberapa proposal tersebut adalah sebagai berikut:
1. budidaya-pertanian-singkong
2. Pertanian-organik-terpadu

03
Dec
08

Mengapa Kebanyakan Orang Kaya Tambah Kaya?

Mengapa Si Kaya Tambah Kaya ?

“Menurut saya,
orang kalangan kelas menengah
adalah orang-orang yang berada
pada posisi yang paling mengerikan.
Mereka selalu memiliki peluang
untuk menjadi orang miskin!”

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah rahasia, yang sudah menjadi pertanyaan orang banyak.

Kita sering mendengar istilah; “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”, dan baru-baru ini mulai sering kita dengar pernyataan berikut; “kalangan kelas menengah menjadi miskin”.

Kalangan kelas menengah di negara-negara maju, semakin hari semakin sedikit. Di negara maju seperti Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, dll, Anda hanya memiliki dua pilihan, menjadi kaya atau miskin.

Mengapa demikian?

Dikelompok mana Anda berada?

Okay, mari kita lihat dulu, apa yang membedakan antara antara orang kaya, orang kelas menengah, dan orang miskin, dalam konteks ekonomi dan keuangannya.

Pada umumnya, semua orang; kaya, menengah, ataupun miskin, memiliki “income” (pendapatan, penghasilan), “expense” (pengeluaran), “asset” (sesuatu yang menghasilkan pendapatan), dan “liability” (hutang, beban).Yang membedakan mereka adalah cara mereka mengelola income, ekspens, aset, dan liability-nya.

Orang Miskin

Orang miskin menggunakan income mereka (yang biasanya terbatas atau kurang), untuk memenuhi kebutuhan mendasar (primer) hidup mereka (ekspens). Terkadang, mereka harus berhutang (liability) kiri-kanan untuk sekedar memenuhi kebutuhan primer tersebut.

Demikian seterusnya, dari bulan ke bulan, mereka menggunakan income dan liability untuk memenuhi kebutuhan mendasar hidup mereka. Makanya, istilah “gali lobang tutup lobang” menjadi istilah yang akrab ditelinga dan hati mereka.

Bagaimana dengan aset? Oh, jangan tanyakan hal ini sahabatku, mereka pada umumnya tidak memiliki modal finansial untuk memiliki aset.

Yang bisa mereka lakukan hanya bekerja lebih keras dan lebih lama untuk meningkatkan nilai income mereka dan atau menggunakan liability.

Makanya, jangan heran, kalo orang miskin akan terus menjadi miskin (atau tambah miskin).

Orang Kelas Menengah

Saya tidak memiliki literatur yang bisa memastikan hal ini, namun menurut pengelihatan saya, Kalangan Kelas Menengah adalah kalangan yang paling banyak berada di kota-kota besar di Indonesia. Mungkin Anda berada pada kelompok ini? Mari kita lihat…

Menurut saya, orang kalangan kelas menengah adalah orang-orang yang berada pada posisi yang paling mengerikan. Mereka selalu memiliki peluang besar untuk menjadi orang miskin, tapi sedikit peluang untuk menjadi kaya!

Mengapa demikian?

Sederhana saja, orang-orang di kelas ini, memiliki income yang tidak sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan primer mereka. Income mereka sudah memungkinkan mereka untuk mulai berfikir memenuhi kebutuhan sekunder (mobil, motor, televisi teknologi terbaru, lemari es, rumah yang lebih b esar, dlsbnya).

Celakanya, income yang mereka miliki belum memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara cash! Sehingga yang terjadi adalah mereka melakukan kredit, yang berarti liability untuk mereka!

Pihak mana yang diuntungkan? Tentu saja pihak Bank dan lembaga pemberi kredit. Bagi Bank dan pemberi kredit, liability untuk nasabah berarti aset untuk mereka!

Tentu saja, jika semuanya berjalan seperti yang diharapkan, liability tersebut lama kelamaan akan menjadi semakin kecil. Namun, sudah menjadi sifat manusia untuk selalu merasa tidak puas. Selesai kredit motor, mereka akan memulai menciptakan liability baru dengan membeli mobil, dstnya.
Jika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka (di PHK, sakit yang berkepanjangan, dll),
sehingga mereka tidak dapat menghasilkan income lagi, maka segala liability itu akan menjadi beban yang tak terkirakan, dan dapat mengakibatkan mereka jatuh miskin!

Orang Kaya
Ini bagian yang paling enak nulisnya.. heheheheh… Orang kaya cenderung untuk selalui memiliki aset. Mengapa demikian? Karena mereka mengerti bahwa hanya dengan memiliki aset lah mereka dapat mempertahankan kekayaan dan bahkan meningkatkan kekayaan mereka.

Mereka menggunakan income mereka untuk membeli aset, yang akan menghasilkan sumber income yang lain untuk mereka.

Mereka menggunakan liability untuk membeli/memiliki aset, yang akan menghasilkan sumber income yang lain lagi untuk mereka.

Anda lihat betapa cerdas-nya mereka? Anda mengerti sekarang bagaimana orang kaya menjadi semakin kaya?

Jika Anda merasa bukan golongan orang pada kelompok ini, jangan berkecil hati. Anda sudah mengerti apa yang harus Anda lakukan, bukan? Ya, miliki aset segera!

Aset seperti apa?  Mari kita diskusikan ……

18
Feb
08

RUMPUT LAUT

Rumput laut adalah salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai seaweed. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.Rumput Laut Gracilaria yang sedang di jemur di pinggir tambak

18
Feb
08

STUDI KELAYAKAN USAHA

Bagi yang mau tau bagaimana menulis sebuah study kelayakan usaha yang sederhana

studi-kelayakan-usaha.doc